Migrasi Odoo 3,3 TB: enam versi mayor, nol data hilang
Hasil terukur
Hasil yang dilaporkan beserta atribusi yang melekat pada rekam proyek ini.
AtribusiMigrasi ini dikerjakan Kama Adhitia, ERP Engineering Lead tim inti kami, di perusahaan tempatnya bekerja sebelum Invero berdiri.
- 01data transaksional dimigrasikan
- 3,3 TB
- 02data hilang selama migrasi
- 0
- 03waktu respons query rata-rata
- < 1 s
- 04SLA uptime setelah migrasi
- 99,9%
Konteks
Sebuah perusahaan menjalankan operasional hariannya di Odoo v12, dengan target migrasi ke Odoo v18. Di dalamnya tersimpan 3,3 TB data transaksional yang terkumpul selama bertahun-tahun. Gangguan pada sistem ini berarti gangguan langsung pada operasional.
Tantangan
Melompati enam versi mayor sekaligus membawa risiko besar pada integritas data. Operasional tidak boleh berhenti, sehingga downtime panjang bukan pilihan. Pada volume 3,3 TB, performa query juga harus tetap terjaga setelah migrasi.
Solusi
Sebelum Invero berdiri, Kama Adhitia memimpin migrasi bertahap dari Odoo v12 ke v18 untuk 3,3 TB data transaksional. Perpindahan dijalankan sebagai zero-downtime deployment, sehingga operasional berjalan normal sepanjang proses. Setelah migrasi, query PostgreSQL dioptimasi hingga waktu respons rata-rata di bawah 1 detik. Engagement tersebut menggunakan target SLA uptime 99,9% setelah go-live.
Arsitektur & stack
Teknologi dan komponen sistem yang disebutkan dalam rekam proyek ini.
- 01Odoo v12 → v18Komponen
- 02PostgreSQLKomponen
Atribusi
Migrasi ini dikerjakan Kama Adhitia, ERP Engineering Lead tim inti kami, di perusahaan tempatnya bekerja sebelum Invero berdiri.