Rapor Pendidikan: 300+ indikator, diadopsi 38 provinsi
Hasil terukur
Hasil yang dilaporkan beserta atribusi yang melekat pada rekam proyek ini.
AtribusiProduk ini dipimpin Falih Hermon Putra, Principal Consultant — Product & Systems di Invero Tech, saat menjabat Senior Product Manager di GovTech Edu, mitra teknologi Kemendikbudristek, sebelum Invero berdiri.
- 01indikator terintegrasi
- 300+
- 02adopsi oleh 38 provinsi
- 100%
- 03kabupaten/kota mengadopsi
- 512
Konteks
Kemendikbudristek membutuhkan satu acuan data untuk perencanaan pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Datanya tersebar di banyak sumber: Asesmen Nasional, sensus, survei sosial-ekonomi, hingga anggaran. GovTech Edu, mitra teknologi kementerian, mendapat mandat membangunnya dari nol.
Tantangan
Lebih dari 300 indikator dari sumber yang berbeda harus disatukan menjadi acuan untuk perencana daerah. Adopsi dipantau pada 38 provinsi dan 512 kabupaten/kota.
Solusi
Sebelum Invero berdiri, Falih Hermon Putra memimpin produk ini dari nol sebagai District-Province Scorecard, yang kemudian dikenal sebagai Rapor Pendidikan. Data Asesmen Nasional, sensus, survei sosial-ekonomi, dan anggaran diintegrasikan menjadi 300+ indikator terstruktur. Di lingkup kerja yang sama, ia mengelola akun Belajar.id, SSO pendidikan nasional. Produk tersebut diadopsi oleh 38 provinsi dan 512 kabupaten/kota.
Arsitektur & stack
Teknologi dan komponen sistem yang disebutkan dalam rekam proyek ini.
- 01Rapor Pendidikan / District-Province ScorecardKomponen
- 02Belajar.id SSOKomponen
- 03Asesmen NasionalKomponen
- 04Sensus & survei sosial-ekonomiKomponen
- 05Data anggaranKomponen
Atribusi
Produk ini dipimpin Falih Hermon Putra, Principal Consultant — Product & Systems di Invero Tech, saat menjabat Senior Product Manager di GovTech Edu, mitra teknologi Kemendikbudristek, sebelum Invero berdiri.